Papan Tiga

Sebenarnya permainan ini sudah ada sejak aku masih duduk di SD. Kami dulu  biasa menyebutnya ‘Tiga’. Ada dua pemain dalam permainan ini yang masing-masing pemain mempunyai 3 buah ‘anak tiga’ (sebutan dari benda berjumlah 3 yang dimiliki setiap pemain, anak tiga bisa dari batu ,kertas , biji-bijian, dll yang berbeda antara pemain satu dan yang lain).  Sebagai papan kami menggambar dengan kapur sebuah persegi seukuran 1 ubin dan membaginya menjadi 9 kotak kecil di dalamnya. Setiap pemain secara bergantian meletakkan anak tiga di setiap kotak untuk bisa membentuk satu garis lurus dengan anak tiganya (bisa vertical, horizontal atau diagonal). Siapa yang lebih dulu membuat garis lurus dialah yang menang.

Beberapa waktu yang lalu aku mengajak anak saya Fatih (usia 5 tahun) untuk bermain dengan permainan ibunya waktu kecil. Hanya dengan menggambar papannya di sebuah buku dan tutup botol warna-warni sebagai anak tiga. Ternyata ia senang sekali. Bahkan bisa bermain lama dengan pemainan papan tiga ini. Yang lebih seru ketika ia bisa menjadi pemenangnya. Walau ibunya bisa menang dengan sekali jalan, tapi lebih seringnya mengalah agar permainan bisa berlangsung lama sehingga anak bisa lebih paham aturan main dan belajar mengatur strategi. Setelah ia cukup paham, baru deh main serius. Permainan sederhana tapi efektif untuk melatih dan mengasah otak.
Akhirnya terbersit ide untuk membuat ‘Papan Tiga’ yang lebih permanen, yaitu dengan memanfaatkan tutup botol minyak dan kain felt sebagai papannya. Lumayan banyak juga lho tutup botol yang sudah aku kumpulkan sampai saat ini. Siap dieksekusi nie.
IMG_6792

 

Fatih  ikut membantu menempel bagian-bagian yang perlu dilem. Ketika sudah jadi, terlihat ia sangat girang dengan mainan barunya. Anak-anak terlihat seru mainnya.  Ada cerita yang lucu ketika anak-anak bermain papan tiga ini, ternyata mereka lebih suka ‘anak tiga bergambar daun-daun’ daripada ‘anak tiga bergambar ulat-ulat kecil’. Ketika ditanya kenapa, jawab mereka geli…  🙂 . Sepertinya orang tua perlu juga lho menghidupkan lagi permainan-permainan tradisional yang lebih banyak muatan kebersamaannya. Bermain bersama-sama dengan teman ternyata lebih seru dan lebih asyik.

Berikut cara aku membuatnya

Alat dan bahan:

6 buah tutup botol, Kain felt, Benang, jarum, gunting dan lem

Cara Membuat

Potong kain felt sesuai keliling lingkaran dan diameter lingkaran tutup botol

IMG_6790

 

Buat daun dan ulat kecil masing-masing 3 buah

IMG_6791

 

 Satukan keliling luar lingkaran dengan lingkaran tutup kemudian masukkan  tutup botol sebagai penyangga

IMG_6799

 

 Tempel daun-daun dan ulat-ulat kecil di atas tutup yang sudah dilapisi kain felt

IMG_6802

 

Potong 2 lembar kain felt, lebihkan ukurannya untuk lembar yang satunya.  Bagi menjadi 9 bagian sama besar (tandai dengan garis) untuk kain felt yang lebih kecil ukurannya. Kemudian jahit dengan menggunakan tikam jejak baian yang sudah ditandai garis. Untuk menggabungkan dengan bagian alas, jahit dengan tusuk festoon

IMG_6803

 

Papan tiga siap dijadikan mainan yang seru.

IMG_6805

Yuk kita maiin!

game

Move to Egypt

Waahhh…ternyata dah hampir 3 bulan nih rumahku ga diupdate. Lama banget yah… Sekalian menginfokan kalo si empunya Rumah Craft sekarang pindah ke Egypt. Yup tepatnya 3 bulan ini, jadi masih terhitung adaptasi dengan lingkungan baru. Tapi tenang aja, banyak yang mau dishare nie….Insyaa Allah. Semoga dimudahkan menemukan mood blogging lagi.
Yup tepatnya tanggal 7 Desember 2013 kemarin aku menginjakkan kaki di bumi

Di atas Samudra Hindia

Yup tepatnya tanggal 7 Desember 2013 kemarin aku menginjakkan kaki di bumi para anbiyaa’ ini. Serasa dalam mimpi. Tapi nyatanya aku memang tidak sedang bermimpi.

Suasana baru, rumah baru, lingkungan baru, teman baru termasuk usaha baru….hehehe.
Tapi satu hal yang tak baru, aku masih ngecraft lho. Jadi tetep bawa deh bahan-bahan dan alat-alat craft-ku. Bebeberapa macam kain, benang-benang, peralatan jahit dan bahkan mesin jahit…xixixi
mj

Bahan-bahan craft yang kubawa ternyata banyak juga ternyata, 1 koper sendiri. Sebagian memang aku tinggal di rumah Ibu, wah ternyata bikin kepikiran deh. Gimana enggak, pengen bikin sesuatu…eh bahannya ga kebawa. Jadi ga maksimal ngecraftnya. Tapi tetep senang kok bisa tetep ngecraft, karena ini salah satu cara mengobati kejenuhan.

Nah, di sini lah sekarang aku tinggal. Di sebuah flat yang terletak di lantai 4. Kalo melihat keluar sana, seolah kulihat tumpukan kardus berdebu. Benar-benar pemandangan baru. Insyaa Allah krasan….

Foto diambil rumah saya lantai 4

Demikian sekilas infonya.  Nantikan info-info selanjutnyaaa….